Kantor Pelayanan BMT Artha Barokah Buka Setiap Senin - Sabtu Pukul 08.00 - 15.00 WIB

Kiat Sukses Memulai Bisnis

Bisnis merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang yang bertujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan. Dari keuntungan inilah, dia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa bekerja adalah suatu yang mulia. Berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya adalah lebih baik dari pada kita bergantung pada orang lain.

Merintis suatu usaha adalah hal yang tidak mudah. Perasaan takut akan kegagalan yang mungkin dihadapi menjadi momok yang menakutkan. Resiko-resiko yang mungkin terjadi semisal dagangannya tidak laku, terlilit hutang atau bahkan tertipu partner bisnis sangat mungkin menjadi faktor yang mendukung seseorang kalah sebelum berperang. Oleh karena itulah, orang yang ingin merintis suatu usaha harus memiliki cita-cita yang terbungkus dalam satu kata yaitu Ridho Illahi. Orang mempunyai sifat ridha pada Allah akan memiliki sikap optimis, lapang dada, kosong hatinya dari dengki, selalu berprasangka baik bahwa apapun yang terjadi semua sudah dalam rencana dan ketentuan dari Allah. Ia akan selalu dapat mengambil hikmah dari apa yang terjadi padanya, termasuk pahitnya kegagalan. Maka dari itu, hal  pertama yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin merintis usaha adalah mengharap Ridho Illahi.

Hal kedua yang harus dimiliki adalah keteguhan hati dan tawakkal. Motivasi yang kuat dari dalam diri kita akan menumbuhkan keteguhan hati. Dengan keteguhan hati yang dimiliki, kita  tidak akan mudah putus asa , kita  akan memiliki semangat dan mental sekuat baja karena dalam  membangun usaha memerlukan perjuangan, membutuhkan proses dan waktu untuk mencapai suatu keberhasilan. Dalam ikhtiar inipun kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi tak lepas dari kuasa Allah. Kita serahkan kepada Allah hasil dari apa yang telah kita usahakan. Dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim)
Bahkan burungpun tidak hanya berdiam diri dan menunggu makanan datang sendiri padanya. Ia terbang pergi mencari makan disertai keyakinan bahwa Allah telah menjamin rizki bagi semua makhluk-Ny, maka Allah Ta’ala pun memberikan rizki-Nya atas usahanya tersebut.

Pemahaman atau pengetahuan mengenai bidang usaha yang akan kita geluti juga menjadi point penting yang harus kita miliki. Kurangnya pemahaman mengenai bidang usaha yang akan dirintis mengakibatkan kehancuran dalam usahanya. Pemahaman bisnis atau bidang usaha yang dirintis menentukan arah, tujuan, visi dan misi perusahaan. Selain itu, kejelasan akan bidang usaha yang dipilih sangat membantu dan mempermudah kebijakan manajerial dan strategi yang dibuat. Sebaiknya, bidang usaha yang dipilih adalah sesuai dengan passion kita dan ketertarikan kita pada hal tersebut. Karena apabila kita bekerja dengan hal-hal yang kita sukai akan lebih nyaman dan meyenangkan. Sehingga akan berdampak baik terhadap hasil yang diperoleh.

Dalam memulai bisnis, kita juga harus memperhatikan modal yang kita miliki. Modal terbagi menjadi dua yaitu modal fisik dan modal nonfisik. Modal fisik mencakup uang, tanah, gedung kendaraan dan berbagai aset yang mungkin dimiliki. Apabila uang tidak kita miliki, kita bisa mengajukan pinjaman dengan jaminan aset yang dimiliki. Hal yang harus diingat ketika meminjam uang sebagai modal adalah bagaimana mengembalikannya. Dengan demikian, bila kita memutuskan untuk meminjam uang, kita harus tahu betul skedul pengembaliannya. Ini juga berarti kita harus memiliki perencanaan bisnis, terutama perencanaan alur kas, sehingga pengembalian menjadi lancar. Namun kebanyakan dari kita barangkali tidak memiliki modal fisik tersebut. Oleh karena itulah, kita harus menggali modal non fisik yang kita miliki. Modal non fisik dapat mencakup pengetahuan, pengalaman dan jaringan. Dalam perekonomian terdiri dari beberapa sektor diantaranya pertanian, industri, perdagangan dan jasa. Sektor jasa adalah salah satu bidang usaha yang tidak mengharuskan adanya modal fisik. Misalnya Mark Zuckerberg yang sukses dengan Facebook berkat  pengetahuannya di bidang pemrograman komputer dan internet. Secara umum, konsultan adalah contoh konkrit orang-orang yang berusaha dengan modal pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman ditambah dengan kemauan untuk belajar dan banyak membaca merupakan modal yang luar biasa bagi kita. Oleh karena itu, memulai bisnis dan bekerja sekarang juga apapun bentuknya berarti membangun pengalaman dan membangun modal kita. Yang terakhir adalah modal jaringan. Jaringan memberikan informasi peluang yang dapat kita ambil untuk mengembangkan usaha yang kita rintis.

Dan yang terakhir dari cita cita yang kita buat adalah mewujudkannya. Cita-cita saja barulah sebuah ide, dan ide selamanya menjadi ide tanpa langkah awal. Semakin lama kita berkecimpung dan menekuni suatu bidang bisnis, maka orang akan melihat kita sebagai pebisnis yang berpengalaman, dan kepercayaan orang akan meningkat pada kita. Ingatlah cerita para pengusaha yang saat ini sukses. Mereka menggambarkan kegagalan dan bangkrut sampai beberapa kali. Mereka bisa bangkit kartena kekuatan mental, kemampuan memecahkan masalah, adanya network dan kepercayaan orang yang didapat dari karakter dan pengalaman. Ingatlah nasihat Imam Syahid Hassan Al Banna: “Mimpi hari ini, adalah kerja sekarang dan kenyataan esok.

Baca Juga

Category

Terimakasih

Form kamu telah kami terima. Silahkan tunggu yah, beberapa saat lagi kami akan menghubungi kamu. Atau silahkan klik tombol dibawah ini yah untuk konfirmasi.

× Hubungi Kami!